PEMASARAN DIGITAL
APASI
ITU FOMO?DAN BAND WAGON EFFECT
FOMO atau (Fear of Missing Out) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku sesorang yang sering mengaitkan segala sesuatu kegiatan-kegiatan sosialnya pada media Sosial. Mereka juga terkadang suka membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Jika terus dibiarkan, hal ini tentu dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental.
APASIH KAITANNYA FOMO DENGAN PEMASARAN DIGITAL? berkaitan karena strategi marketing FOMO merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan penjualan karena strategi ini memanfaatkan rasa takut manusia. Secara umum FOMO sendiri dapat diartikan sebagai kondisi psikologi sesorang yang merasa gelisah akan sesuatu yang terjadi disekitarnya atau dilingkungannya. Dan perasaan was-was kalau-kalau lingkungan akan memberikan stempel tertentu pada dirinya atas apa yang terjadi disekitarnya tersebut. Lingkungannya heboh dengan sosial media, maka ketika yang bersangkutan tidak ikutan nimbrung dalam medsos tersebut, ia akan khawatir dibilang tidak gaul atau merasa dirinya tidak gaul, meski tidak ada yang mengatakan demikian pada dirinya.
Fenomena FOMO ini
sendiri banyak terjadi di lingkungan anak muda dan terutam kaum milenialnya.
Dapat dimaklumi mengapa hal ini bisa terjadi, karena anak muda memiliki dasar
rasa keingin tahuan yang sangat tinggi. Anak muda secara umum memiliki jiwa
sosial yang sangat tinggi, dan ingin memiliki pergaulan yang lebih luas dan
lebih luas lagi. Sedangkan mereka yang dikenal dengan kaum mileneal, sudah
pasti, karena mereka adalah sekelompok orang yang sangat dekat dengan
teknologi, terutama teknologi informasi. Teknologi informasi telah membuat
mereka mengetahui apa yang sedang tren dan hitz di sutau tempat yang sangat
jauh, terutama di negara-negara maju pada detik yang sama. Hal ini tentu memicu
mereka untuk melakukan hal yang sama, salah satunya adalah apa yang sedang tren
disana.
Akibatnya bisa ditebak, saat ada produk yang sama atau mencirikan suatu aktivitas, suatu tren tertentu, mereka akan memburunya. hal ini merupakan peluang bagi seorang pengusaha untuk memasarkan produk yang dijual dengan hanya melalui media sosial.
Dalam strategi marketing tentu Anda mengenal istilah endorsement. Secara sederhana endorsement memiliki arti sebuah tindakan mendukung, mensupport, atau mempromosikan terhadap seseuatu. Nah prinsip yang digunakan untuk marketing FOMO hampir sama dengan prinsip endorsement yaitu menunjukan siapa saja yang mendukung produk Anda.Untuk menggunakan endorsement, Anda dapat memanfaatkan influencer yang membeli produk Anda. Jika Anda memiliki Pulgin social proof di Website maka tempat tersebut merupakan salah satu tempat yang paling strategis untuk menunjukan orang-orang yang telah membeli produk Anda. Selain itu, Anda juga bisa membuat konten video yang menunjukan testimoni dari orang-orang yang telah menjadi customer.
erat kaitannya dengan rasa segera memiliki. Untuk memperoleh efek ini, Anda dapat menunjukkan jumlah stok barang yang tersedia. Ini akan menimbulkan kesan scarcity atau kelangkaan sehingga keinginan orang akan timbul untuk mendapatkan produk tersebut sebelum stoknya habis. Anda dapat menulis di website atau media sosial bahwa produk A hanya tersisa 1 produk lagi. Hal ini secara tidak langsung akan mempengaruhi Fear of Missing Out seseorang.Dengan kesan scarcity yang ditimbulkan akan memberikan dorong rasa takut kehabisan apalagi jika produk yang tawarkan cukup populer. Oleh karena itu, ide pertama dapat diaplikasikan sebelum memulai langkah ini.
juga erat kaitannya dengan waktu. Anda dapat membuat sebuah penawaran khusus misalkan potongan harga, hadiah, atau berbagai manfaat lainnya dengan menetapkan batas waktu tertentu. Misalkan, Anda menawarkan pembelian bebas ongkos kirim hanya pada tanggal 3 hingga 6 Oktober atau memberikan potongan harga pada waktu-waktu tertentu seperti diskon pada pukul 10 pagi hingga 4 sore.Orang-orang akan merasakan pengalaman FOMO ketika mereka bisa mendapatkan sesuatu yang tadinya akan membuat mereka mengeluarkan dana tambahan namun karena adanya promo terbatas, pengeluaran tambahan tersebut dapat dihindari.
Selain erat kaitannya dengan kelangkaan dan waktu, FOMO juga berbicara soal persaingan. Nah agar konsumen mendapatkan pengalaman FOMO maka Anda dapat membuat kondisi di mana mereka bersaing satu sama lain untuk mendapatkan produk yang Anda jual.Misalnya, Anda mengumumkan berapa orang yang sudah menekan tombol likes pada produk A, dan berapa orang yang melihat produk A, atau berapa orang yang membeli produk A.Dengan menerapkan hal ini, diharapkan calon konsumen akan berlomba mendapatkan produk karena konsumen lainnya telah mendapatkan produk tersebut. Hal inilah yang menimbulkan kesan persaingan antar konsumen.
Bandwagon Effect
Sebuah
fenomena dimana opini publik akan suatu trend memegang kendali yang
besar terhadap perilaku konsumsi individu, karena individu tersebut ingin
menjadi bagian dari fenomena atau trend tersebut.
Bandwagon
Effect menciptakan
ilusi ‘besarnya’ sebuah produk, membuatnya tampak diinginkan untuk semua. “Jika
setiap orang memilikinya, saya juga menginginkannya.” Jika dieksekusi
dengan efektif, ‘ilusi’ tersebut akan diterima oleh masyarakat dan menarik
lebih banyak konsumen.
Lalu,
apa ‘goals’ dari Bandwagon effect?
Meningkatkan
popularitas suatu produk, biasanya produk baru. Semakin populer maka volume
sales juga ikut meningkat. Volume sales meningkat
→ higher return.
Salah satu
poin yang harus diingat, sales boleh meningkat, tetapi jangan
sampai out of stock ya.
Contoh Bandwagon
effect di Indonesia :
@xingfutangindonesia Antrian
terpanjang Xing Fu Tang. Grand Opening Paris Van Java Bandung (Oktober
2019) ##fyp ##xingfutangindonesia
♬
original sound – Xing Fu Tang
Terimakasih sudah membaca blog saya, semoga bermanfaat.
Referensi by : https://distribusipemasaran.com/fomo-pengertian-contohnya-dalam-strategi-pemasaran/
https://temanstartup.com/apa-itu-bandwagon-effect/
Komentar
Posting Komentar